Guru dan Siswa MAN 2 Nganjuk Ikuti Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal
Nganjuk – Roi Nikmatuz Zuhro, guru Sejarah MAN 2 Nganjuk, bersama M. Syarifudin, siswa kelas XII F, berhasil lolos sebagai peserta 100 besar dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Audio Visual Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk ini diikuti oleh 100 peserta terpilih dari berbagai kalangan di Kabupaten Nganjuk yang telah melewati proses seleksi. Bimtek dilaksanakan dalam dua kali pertemuan sepanjang bulan Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis sekaligus menggali, mendokumentasikan, dan mempromosikan kekayaan budaya lokal Kabupaten Nganjuk.
Keikutsertaan guru dan siswa MAN 2 Nganjuk dalam kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi yang positif antara pendidik dan peserta didik dalam mengembangkan budaya literasi. Selama mengikuti bimtek, peserta memperoleh materi mengenai teknik penulisan, penyusunan konten berbasis budaya lokal, penggalian sumber sejarah, hingga strategi mengemas karya tulis yang menarik dan informatif.
Roi Nikmatuz Zuhro menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperdalam kemampuan menulis sekaligus memperkaya wawasan tentang pelestarian budaya lokal melalui karya tulis. Sementara itu, M. Syarifudin mengaku termotivasi untuk terus mengembangkan keterampilan literasinya serta menghasilkan tulisan yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya Nganjuk kepada masyarakat luas.
Kepala MAN 2 Nganjuk memberikan apresiasi atas keberhasilan guru dan siswanya yang berhasil lolos dalam seleksi tersebut. Menurutnya, keterlibatan keduanya menjadi bukti bahwa budaya literasi di MAN 2 Nganjuk terus berkembang dan mendapat ruang untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.
Melalui keikutsertaan dalam Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal ini, diharapkan lahir karya-karya tulis yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu menjadi media pelestarian sejarah, tradisi, dan kearifan lokal Kabupaten Nganjuk bagi generasi mendatang.








