Telusuri Jejak Awal Islam, MGMP SKI MA Nganjuk Gelar Ziarah Edukasi ke Makam Syeikh Malik Al-Atthas dan Museum Anjuk Ladang
NGANJUK– Dalam upaya melestarikan dan menggali sejarah lokal penyebaran Islam, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Madrasah Aliyah se-Kabupaten Nganjuk sukses menyelenggarakan kegiatan ziarah dan studi lapangan edukatif pada Senin (15/6/2026).
Kegiatan kolaboratif ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari gabungan guru dan siswa dari berbagai madrasah di Nganjuk. Rombongan delegasi tersebut meliputi MAN 2 Nganjuk (20 siswa, 2 guru), MAN 1 Nganjuk (19 siswa, 2 guru), MAN 3 Nganjuk (8 siswa, 1 guru), MA Al Manar (3 siswa, 1 guru), serta MA Az Zain (1 siswa, 1 guru). Turut berpartisipasi pula perwakilan pendidik dari MA Sunan Ampel dan MA Darussalam yang masing-masing mengutus satu orang guru.
Ketua Sanggar MGMP SKI Madrasah Aliyah Nganjuk, H. IM. Syafi’i, S.Ag., yang juga merupakan tenaga pendidik dari MA Al Manar Tanjungtani Prambon, mengungkapkan visi besar di balik kegiatan ini. Ia berharap studi lapangan ini tidak berhenti sekadar pada kunjungan wisata religi semata.
“Harapannya, hasil dari kegiatan penelusuran ini bisa ditulis secara lengkap dan sistematis. Ke depannya, literasi ini akan kami jadikan sebagai bahan ajar otentik di kelas untuk menelusuri jejak lokal penyebaran agama Islam yang ada di Kabupaten Nganjuk,” tegas Syafi’i.
Cuaca cerah yang menyelimuti kawasan Candi Ngetos turut mengiringi langkah para peserta. Antusiasme yang luar biasa terlihat memuncak saat sesi pemaparan materi di area Makam Syeikh Malik Al-Atthas.
Hal ini dibuktikan dengan tingginya interaksi dan banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan oleh para peserta terkait sosok ulama besar tersebut.
Rasa ingin tahu peserta terjawab melalui penjelasan langsung dari juru kunci makam yang juga masih memiliki garis keturunan dari Syeikh Abdul Malik Ibrahim Al-Atthas.
Dalam penjelasannya, juru kunci yang tergabung dalam keanggotaan NAAT (Naqobah Ansab Awliya Tis’ah) Indonesia tersebut memaparkan sebuah fakta sejarah yang menarik. Berdasarkan literatur dan silsilah keluarga, Syeikh Abdul Malik Ibrahim Al-Atthas diyakini sebagai salah satu perintis paling awal yang menyebarkan ajaran Islam di wilayah Nganjuk, yakni diperkirakan sekitar tahun 1320-an.
Setelah menyelesaikan rangkaian ziarah, doa bersama, dan pendalaman sejarah di makam pada siang hari, para peserta melanjutkan perjalanan menuju Museum Anjuk Ladang. Acara lanjutan di lokasi kedua ini secara khusus ditujukan untuk mencari dan mengobservasi langsung bukti-bukti peninggalan sejarah Islam yang ada di Kabupaten Nganjuk.
Di museum tersebut, rombongan melakukan observasi dan diskusi edukasi guna memperkaya wawasan mengenai nilai-nilai purbakala serta akar sejarah kebudayaan Islam lokal.
















